The OIC Human Rights

Human Rights in Islamic Countries

Islam Dorong Toleransi Moderasi dalam pemikiran agama perlu dikembangkan

Posted by Human Rights in Islamic Countries on May 15, 2012


 

Republika, 15 Mei 2012

Tindakan tak toleran dan menjurus pada kekerasan atas nama agama tak mencerminkan ajaran Islam.
Hal ini disampaikan Ketua AdInterim Komisi Independen HAM Organisasi Konferensi Islam (IPHRC-OKI) Siti Ruhaini Dzuhayatun dalam diskusi publik di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Senin (14/5).

Dialog dalam penyelesaian masalah, termasuk dengan sesama Muslim, sangat dianjurkan. Menurut Ruhaini, Piagam OKI menyatakan bersatunya umat Islam dalam organisasi ini bertujuan memajukan nilai perdamaian, toleransi, dan keadilan. “Nilai-nilai inilah yang dapat digunakan untuk melestarikan univer salitas Islam,“ katanya.

Dengan demikian, negaranegara yang bergabung dengan organisasi ini mampu menuntun warga negaranya yang Muslim, khususnya mampu berlaku toleran terhadap nonMuslim dan saudara Muslim yang berbeda pandangan.
Dalam konteks ini, kata Ruhaini, OKI mengembangkan reformasi, moderasi, dan modernisasi di negara-negara anggotanya.

Bukan hanya itu, melalui aksi 10 tahun, mulai 2005 hingga 2015, OKI menentang semua bentuk ekstremisme, tindakan kekerasan, serta terorisme.
“Kami juga menentang berkembangnya Islamofobia,“ jelasnya. Ia menganjurkan agar moderasi pemikiran agama dikembangkan untuk mengatasi sikap intoleransi yang terkadang muncul.

Dengan demikian, kelompok ekstrem didorong agar tak membiarkan dirinya melakukan tindakan kekerasan. Sebab, di masyarakat ada keberagaman yang tak bisa dihindarkan.
“Bila tak dicoba, dampaknya akan buruk bagi citra umat Islam serta membuka jalan bagi kelompok tertentu memanfaatkan kondisi ini,“ jelas Ruhaini.

Direktur Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Syarif Hida yatullah Irfan Abubakar melihat, kekerasan yang ditempuh sekelompok orang terjadi karena perbedaan melihat konsep kebebasan beragama. Bagi sebagian masyarakat, kebebasan itu dinilai berbahaya bagi kualitas keimanan dan umat Islam. Menurut dia, dari sinilah muncul golongan keras.

Meski, ia mengakui, kebebasan itu milik semua orang, termasuk mereka yang dianggap sebagai kelompok garis keras. Dalam survei yang dilakukan lembaganya, jelas Irfan, ditemukan bahwa tingkat religiusitas masyarakat di Indonesia tinggi. Meski demikian, didapati pula fakta bahwa mereka tak menganggap tindakan bertoleransi dengan cara menghargai kelompok lain sebagai bagian penting religiusitas.

 

One Response to “Islam Dorong Toleransi Moderasi dalam pemikiran agama perlu dikembangkan”

  1. semestinya, membawakan islam anti kekerasan itu ditiupkan oleh gerakan islam yg vokal di masyarakat atau media.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: